![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Disarpus Kabupaten Bekasi, Agung Mulya. |
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Disarpus Kabupaten Bekasi,
Agung Mulya, menyampaikan bahwa kehadiran buku ini diharapkan mampu menjadi
sumber rujukan bagi warga, terutama kalangan muda, agar lebih memahami secara
utuh perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bekasi maupun Kota Bekasi.
"Melalui karya Endra Kusnawan ini, masyarakat dapat
lebih mendalami dan mengetahui secara komprehensif bagaimana perkembangan
Bekasi dari masa ke masa hingga menjadi wilayah maju seperti sekarang,"
ujar Agung saat ditemui pada Jumat (3/7/2026).
Menurut Agung, ketersediaan literatur sejarah daerah
memiliki peran strategis dalam memperkokoh identitas lokal sekaligus
mendongkrak indeks literasi masyarakat. Tidak hanya menyediakan ribuan koleksi
buku dari berbagai bidang, Disarpus juga giat menggelar layanan perpustakaan
keliling yang menyasar sekolah-sekolah di sejumlah kecamatan guna menumbuhkan
minat baca di kalangan pelajar.
Agung menegaskan bahwa membaca sejarah bukanlah sekadar
kegiatan menambah wawasan, melainkan juga sarana membangun rasa kepemilikan
terhadap daerah serta mendorong masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai
budaya dan peninggalan sejarah.
"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bang
Endra Kusnawan yang telah merangkum perjalanan panjang sejarah Bekasi secara
mendetail, sehingga kini dapat dinikmati masyarakat di Perpustakaan
Daerah," tuturnya.
Sementara itu, penulis buku, Endra Kusnawan, mengungkapkan
bahwa edisi terbaru yang diluncurkan pada tahun 2026 ini merupakan cetakan
ketiga setelah sebelumnya terbit pada 2016 dan direvisi pada 2019. Dalam edisi
terbaru, buku tersebut mengalami penambahan data dan materi sehingga tebalnya
mencapai sekitar 600 halaman.
Endra menjelaskan bahwa buku ini disusun secara kronologis,
mengupas tuntas perjalanan sejarah Kabupaten dan Kota Bekasi mulai dari era
Peradaban Buni, masa Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, periode kolonial,
perjuangan merebut kemerdekaan, hingga perkembangan tata kelola pemerintahan
modern.
"Masih banyak warga asli Bekasi yang belum benar-benar
memahami sejarah daerahnya sendiri, karena literatur yang membahas secara
khusus tentang Bekasi masih sangat terbatas," ungkapnya.
Ia menambahkan, edisi terbaru buku ini juga dilengkapi dengan
dokumentasi perjalanan kepemimpinan seluruh kepala daerah Kabupaten Bekasi,
termasuk bupati dan wakil bupati beserta foto-foto pendukungnya.
Selain mengulas dinamika sejarah, buku ini juga menyoroti
sejumlah situs bersejarah yang berada di wilayah Bekasi, seperti Tugu Bambu
Runcing di Warung Bongkok, Kecamatan Cikarang Barat, serta sejarah SDN
Simpangan 01 Cikarang Utara yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar
budaya.
"Melalui buku ini, saya berharap masyarakat tidak hanya
sekadar tahu nama suatu tempat, tetapi juga mengerti latar belakang sejarah di
baliknya," kata Endra.
Dengan hadirnya koleksi literatur sejarah lokal tersebut, Disarpus Kabupaten Bekasi optimistis bahwa pemahaman sejarah di kalangan masyarakat akan semakin meningkat. Hal ini pada gilirannya diharapkan dapat memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan identitas daerah sebagai bagian penting dari pembangunan karakter generasi penerus bangsa. (gud)


