![]() |
| Pemkot Bandung lakukan perbaikan infrastruktur menyambut operasional Bandara Husein Sastranegara. |
Upaya perbaikan ini dijalankan secara sinergis oleh Dinas
Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
(DPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung yang berkolaborasi dengan
Angkasa Pura.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi menyampaikan,
seluruh rangkaian dukungan ini merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota
Bandung, Muhammad Farhan untuk turut serta membantu Angkasa Pura dalam
mematangkan persiapan operasional kembali Bandara Husein Sastranegara.
"Pemkot Bandung melalui arahan Pak Wali Kota memberikan
bantuan pendukung kepada Angkasa Pura guna membantu persiapan pembukaan atau
aktivasi kembali Bandara Husein Sastranegara. Berdasarkan hasil koordinasi
dengan Angkasa Pura, ada sejumlah aspek yang memang memerlukan dukungan dari
pemerintah kota," tutur Rizki, Rabu (1/7/2026).
Ia memaparkan, sejumlah pekerjaan yang menjadi prioritas
pemerintah kota mencakup perbaikan kondisi ruas jalan, normalisasi saluran
drainase, pemangkasan ranting pohon, pembuatan marka jalan, serta penataan
sistem penerangan jalan di kawasan akses menuju bandara.
"Di antaranya yakni perbaikan kondisi jalan, kemudian
normalisasi drainase, pemangkasan pohon, serta marka jalan dan penerangan jalan
umum," terangnya.
Menurut Rizki, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci
utama agar seluruh pekerjaan dapat berjalan efektif dan rampung sesuai tenggat
waktu. DSDABM diberi tanggung jawab menangani perbaikan jalan dan drainase,
sementara pemangkasan pohon menjadi ranah DPKP. Adapun pembuatan marka jalan
dan rekayasa lalu lintas dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan.
"Hari ini proses itu sudah mulai kami kerjakan,"
ungkapnya.
Khusus untuk DSDABM, fokus pekerjaan diarahkan pada
perbaikan ringan jalan melalui pengaspalan serta normalisasi saluran drainase
yang selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Lokasi pengerjaan
berada di jalur utama menuju Bandara Husein Sastranegara.
"Untuk tugas kami di DSDABM memang berkaitan dengan
perbaikan minor jalan, pengaspalan, dan perbaikan drainase. Kegiatan ini sudah
dimulai, mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan selesai," jelas Rizki.
Ia menerangkan, lokasi pengerjaan membentang mulai dari
pintu masuk Gapura Pajajaran hingga area drop off serta mendekati kawasan
parkir Bandara Husein Sastranegara. Ruas jalur tersebut diprioritaskan karena
menjadi akses utama yang akan dilewati para penumpang dan pengguna jasa
bandara.
Tak hanya memperbaiki permukaan jalan, DSDABM juga melakukan
normalisasi drainase agar saluran air kembali berfungsi secara maksimal.
Menurut Rizki, timbunan sedimen yang menumpuk selama ini perlu dibersihkan guna
mengantisipasi potensi genangan air saat musim penghujan tiba.
"Drainase kami normalisasikan karena sudah banyak
sedimentasi. Kami bersihkan supaya nanti bisa berfungsi optimal kembali,"
ujarnya.
Rizki menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan
Angkasa Pura, penanganan tahap awal dipusatkan pada akses utama dari Jalan
Pajajaran menuju area bandara. Sementara itu, pengerjaan di jalur akses lainnya
akan menyesuaikan dengan kebutuhan pada tahap selanjutnya.
Soal progres pekerjaan, ia optimistis kegiatan pengaspalan jalan dapat diselesaikan pada hari yang sama. Pasca itu, pemerintah kota akan melanjutkan proses pengecatan dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pelaksanaan pembuatan marka jalan, sehingga seluruh akses menuju Bandara Husein Sastranegara benar-benar siap mendukung kelancaran operasional saat reaktivasi pada 17 September 2026 mendatang. (rob/rtm)


