Gencar Tekan Risiko Kecelakaan, JTT Gelar Kampanye Keselamatan ODOL di Tol Jakarta–Cikampek - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Gencar Tekan Risiko Kecelakaan, JTT Gelar Kampanye Keselamatan ODOL di Tol Jakarta–Cikampek

Petugas menempelkan stiker pemeriksaan kendaraan ODOL di tol Jakarta-Cikampek.
Prakata.com – Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan transportasi darat, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) berkolaborasi dengan jajaran Kepolisian serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi dalam menggelar aksi sosialisasi dan edukasi bertajuk kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 8–9 Juli 2026, ini dipusatkan di KM 29 A jalur menuju Cikampek pada ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan wujud sinergi antarinstansi untuk meminimalisir potensi bahaya di jalan raya, sekaligus mendorong terciptanya sistem angkutan barang yang patuh terhadap aturan dimensi dan bobot muatan. Upaya serupa juga terus digalakkan di berbagai titik tol lainnya di tanah air sebagai bagian dari operasi pendidikan lalu lintas yang masif.

Pgs. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Dary Achmad Budi, menegaskan bahwa pendekatan yang diusung dalam kegiatan ini lebih mengutamakan aspek pembinaan dan penyadaran bagi para sopir angkutan barang.

“Kami ingin para pengemudi benar-benar memahami bahwa mematuhi batas dimensi dan muatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan fundamental untuk keselamatan bersama. Ketika kendaraan beroperasi sesuai standar, maka tingkat fatalitas kecelakaan dapat ditekan, di samping itu infrastruktur tol juga akan lebih awet dan prima dalam mendukung mobilitas harian masyarakat,” ungkap Dary dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Dalam praktik di lapangan, tim gabungan melakukan serangkaian inspeksi terhadap armada angkutan berat yang dicurigai melanggar ketentuan ODOL. Proses penimbangan digital pun dilakukan guna memastikan bobot aktual kendaraan. Data hasil pemeriksaan tersebut kemudian dijadikan alat edukasi interaktif bagi pengemudi, guna memberikan gambaran nyata tentang dampak buruk kelebihan muatan dan ukuran terhadap stabilitas kendaraan, risiko kerusakan jalan, serta potensi kecelakaan fatal. Selain itu, para pengemudi juga diingatkan untuk selalu mengecek kelayakan teknis kendaraan sebelum melaju ke jalan tol.

Pihak JTT menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kekompakan seluruh unsur terkait dalam menggalakkan budaya berkendara yang aman, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan jiwa. Melalui pendekatan edukasi yang berkesinambungan, diharapkan kesadaran pelaku logistik terhadap bahaya kendaraan ODOL akan terus menguat. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya menciptakan perjalanan yang lebih selamat dan nyaman, tetapi juga menjaga ketahanan infrastruktur tol serta memperlancar rantai pasok distribusi barang di tingkat nasional. (rtm)