DWP DKI Jakarta Gelar Program "DWP Mengajar" untuk Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

DWP DKI Jakarta Gelar Program "DWP Mengajar" untuk Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini

Program DWP Mengajar dari DWP DKI Jakarta.
Prakata.com – Dalam upaya menumbuhkan kegemaran membaca dan membangun budaya literasi di kalangan anak usia dini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta berkolaborasi dengan DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menyelenggarakan kegiatan DWP Mengajar. Acara yang berlangsung di Perpustakaan PDS HB Jassin pada Selasa (2/6/2026) ini melibatkan para siswa dari TK Dharma Siwi.

Ketua DWP DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto, menjelaskan bahwa DWP Mengajar merupakan program unggulan organisasi di bidang pendidikan yang didesain untuk memperkenalkan dunia literasi kepada anak-anak melalui aktivitas yang bersifat edukatif sekaligus menghibur.

"Program DWP Mengajar adalah program andalan DWP Provinsi DKI Jakarta di sektor pendidikan. Kali ini kami mengajak TK Dharma Siwi, yang merupakan sekolah binaan kami, untuk bersama-sama menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap literasi pada anak-anak," ujar Lisniawati.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diajak berpartisipasi dalam berbagai aktivitas menarik seperti mendongeng, bernyanyi bersama, serta menempel gambar. Menurut Lisniawati, pendekatan yang menyenangkan terbukti menjadi salah satu metode efektif dalam mengenalkan literasi kepada anak sejak dini.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membawa keceriaan, tetapi juga mampu membangun kebiasaan membaca dan belajar yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Lisniawati pun menyampaikan apresiasinya kepada DWP Dispusip dan TK Dharma Siwi yang telah mendukung kelancaran acara tersebut. Ia berharap program DWP Mengajar dapat terus berlanjut dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilanjutkan oleh unit pelaksana Dharma Wanita Persatuan di tingkat provinsi maupun wilayah lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak," tuturnya.

Lebih jauh, Lisniawati menekankan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam membangun budaya literasi. Menurutnya, orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka.

"Literasi harus ditanamkan sejak dini karena melalui literasilah jendela dunia terbuka. Orang tua adalah guru terbaik bagi anak-anaknya. Karena itu, orang tua perlu menyisihkan waktu untuk mengenalkan kegiatan membaca, menulis, mendongeng, dan berbagai aktivitas literasi lainnya sejak usia dini," ungkapnya.

Ia juga mendorong seluruh pengurus dan anggota DWP di Jakarta untuk turun langsung ke sekolah-sekolah formal maupun nonformal dalam rangka melaksanakan program DWP Mengajar. Lisniawati menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang sekolah menengah atas.

"Kami berharap seluruh unit pelaksana Dharma Wanita Persatuan dapat menjalankan program DWP Mengajar sehingga semangat literasi bisa menjangkau lebih banyak anak di Jakarta," tegasnya. (rtm)