![]() |
| Jakarta Road Safety Festival 2026 digelar oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta di Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara. |
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI
Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi
wahana edukasi keselamatan berlalu lintas, tetapi juga ajang mempererat
silaturahmi antara pemerintah dan para pelajar.
Menurutnya, pengakuan global telah diraih Jakarta dalam hal
keamanan dan kualitas transportasi. Ibukota kini menempati peringkat 71 Kota
Global, melesat dari posisi sebelumnya di urutan ke-74.
"Selain itu, infrastruktur transportasi Jakarta berada
di peringkat 17 dunia dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia
Tenggara setelah Singapura," ujarnya pada Selasa (12/5/2026).
Eli, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut
tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk peran
aktif pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Di sisi lain, ia juga menyoroti masih tingginya angka
kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Berdasarkan data Jasa Raharja, rata-rata
lebih dari 14 orang per hari menerima santunan akibat kecelakaan.
Karena itu, Eli menegaskan bahwa memiliki Surat Izin
Mengemudi (SIM) harus diiringi dengan kematangan mental serta kemampuan mengendalikan
emosi saat berkendara.
"Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi
soal keselamatan," tegasnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong
peningkatan penggunaan transportasi umum. Saat ini, tingkat pengguna
transportasi umum di Jakarta baru mencapai sekitar 22 hingga 23 persen.
Pemerintah menargetkan angka tersebut melonjak hingga di atas 40 persen dengan
melibatkan pelajar sebagai Duta Transportasi Umum.
"Setiap hari Rabu, seluruh ASN di DKI Jakarta
diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap para pelajar yang telah
mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan
transportasi publik dan menularkannya kepada lingkungan sekitar,"
ungkapnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta,
Ujang Harmawan, menuturkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh pelajar jenjang SMP,
SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta.
Festival ini bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu
lintas sekaligus memberikan edukasi keselamatan jalan kepada generasi muda
sejak dini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah.
"Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka
memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah," ucapnya.
Ujang menjelaskan, para peserta tidak hanya menerima materi
teori, tetapi juga mendapatkan edukasi teknis tentang keselamatan jalan dan
etika berlalu lintas yang benar.
Selain itu, para pelajar diajak mengenal lebih dekat sarana
dan prasarana transportasi modern di Jakarta melalui berbagai stan pameran yang
dihadirkan oleh MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Dirlantas, Jasa
Raharja, dan sejumlah instansi lainnya.
"Semoga melalui kegiatan ini dapat menekan angka
kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik yang aman dan
terintegrasi," harapnya.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas Angkutan
Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelajar, narasumber, serta semua
pihak yang telah membantu kesuksesan acara ini.
"Jakarta Road Safety Festival 2026 ini sangat
penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda tentang
pentingnya menaati aturan dan keselamatan berlalu lintas," bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta dari SMA Negeri 78
Jakarta, Raeyan (16), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena
semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kalau seminar lain sudah pernah, tetapi tentang lalu lintas baru pertama kali. Kegiatannya seru, banyak ilmu baru, dan bisa menambah teman dari sekolah lain," tandasnya. (rtm)


