![]() |
| Foto bersama Konfercab ke-VII GMNI Bekasi. |
Prakata.com – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VII Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Jumat (06/03/2026) sore.
Mengusung misi luhur nasionalisme dan persatuan, forum tertinggi di tingkat cabang ini menjadi tonggak sejarah penting bagi GMNI Bekasi. Konfercab kali ini tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga simbol rekatnya kembali kader-kader GMNI pasca berakhirnya masa dualisme di tingkat pusat usai Kongres Bandung.
Dengan tema "Reaktualisasi Marhaenisme dalam Regenerasi Kepemimpinan Kader GMNI Bekasi", konferensi ini bertujuan memastikan keberlanjutan estafet kepemimpinan yang tetap berpijak pada ideologi kerakyatan serta memperkokoh soliditas organisasi.
"Konfercab merupakan ruang permusyawaratan tertinggi untuk memelihara ideologi melalui semangat persatuan dan silaturahmi. Tujuannya agar kita tetap berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," tegas Nicolas Tamba di sela-sela acara.
Kegiatan ini dihadiri sederet pejabat daerah serta jajaran pengurus pusat dan daerah GMNI. Lintasan generasi alumni GMNI Bekasi turut memadati lokasi, menunjukkan tekad kuat untuk bersatu melalui implementasi matchvorming dalam menggerakkan roda organisasi dan kaderisasi. Tampak hadir sejumlah tokoh nasional seperti Bung Risyad Fahlefi (Ketua Umum DPP GMNI), Bung Anselmus Ersandy Santoso (Bendum DPP GMNI), Bung Ali Imam Faryadi (PP PA GMNI).
Hadir pula Bung Heri Purnomo (Ketua PA GMNI Kota Bekasi), serta puluhan alumni GMNI dari lintas angkatan seperti Bung Naupal Al Rasyid, Nyimas Sakuntala Dewi, Sarinah Vidya, Bung Yusuf Blegur, Bung Ewox, Bung Farid, dan Bung Jiovano.
Rangkaian acara dirancang apik memadukan unsur budaya, protokoler organisasi, dan kebersamaan di bulan suci. Dibuka pukul 16.30 WIB, gelaran diawali dengan atraksi seni Tari Lenggang Bekasi sebelum memasuki sesi seremonial yang meliputi pembacaan teks Pancasila, Mars GMNI, hingga Hymne GMNI.
Puncaknya, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh tiga pimpinan DPC GMNI yakni Bung Christianto Manurung (Kota Bekasi), Bung Mustakim (Kabupaten Bekasi), dan Bung Fajar Febriyandi (Kota Bekasi) sebagai komitmen bersama menjalankan organisasi secara berintegritas.
Usai pembukaan resmi oleh Bendum DPP GMNI Bung Anselmus Ersandy Santoso, Konfercab ke-VII memasuki masa pending atau penundaan sidang. Keputusan ini diambil setelah seluruh agenda pembukaan rampung, memberikan ruang bagi para kader untuk melakukan konsolidasi internal, lobi, dan penyamaan persepsi sebelum memasuki agenda persidangan inti.
"Pembukaan berjalan lancar, namun persidangan kami pending dulu untuk konsolidasi internal antar peserta," jelas pria yang akrab disapa Bung Nico itu.
Panitia pelaksana bersama presidium sidang kini masih menanti kesepakatan forum untuk mencabut status pending. Setelah skorsing dicabut, para peserta akan kembali bersidang membahas agenda-agenda strategis organisasi.
Dengan terselenggaranya Konfercab VII ini, GMNI Bekasi diharapkan semakin kokoh dalam melahirkan kader-kader pejuang yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. (Gud)


