Komisi V DPR Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Komisi V DPR Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda.
Prakata.com – Menjelang puncak arus mudik, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendesak pemerintah untuk memastikan seluruh infrastruktur jalan yang akan dilalui pemudik dalam kondisi layak dan aman. Ia mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir, pihaknya menerima banyak laporan dari berbagai daerah mengenai ruas jalan rusak atau masih dalam proses perbaikan di jalur-jalur strategis mudik.

"Kami mendorong Kementerian PUPR untuk menuntaskan perbaikan tepat waktu. Jangan sampai mendekati H-7 atau H-8 masih ada pekerjaan di jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik," ujar Huda dalam acara Diskusi Dialektika Demokrasi di Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Menurut politikus tersebut, kualitas jalan yang baik berkontribusi signifikan terhadap keselamatan perjalanan. Oleh karena itu, percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik berlangsung.

Tak hanya soal jalan, Komisi V DPR juga terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap berbagai moda transportasi umum. Huda mengingatkan kembali insiden kecelakaan di jalan tol beberapa tahun silam yang merenggut korban jiwa akibat kendaraan angkutan beroperasi tanpa pengawasan memadai.

"Kejadian serupa jangan sampai terulang. Pengawasan dan penegakan hukum harus diperkuat," tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kepolisian guna memastikan seluruh aspek keselamatan, termasuk rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum, terutama di titik-titik rawan kecelakaan.

Selain infrastruktur jalan, Huda juga menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi setiap musim mudik, yakni kepadatan di rest area. Ia menilai banyak pemudik yang terpaksa melanjutkan perjalanan tanpa istirahat karena rest area penuh, sehingga berisiko mengalami microsleep atau kelelahan di jalan.

“Ketika pemudik kelelahan tetapi tidak bisa masuk rest area karena penuh, mereka tetap melanjutkan perjalanan. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.

Ia pun mengusulkan agar pengelolaan rest area ditata ulang, tidak hanya sebagai tempat istirahat tetapi juga diatur durasi parkir kendaraan agar sirkulasi tetap lancar. "Rest area harus benar-benar difungsikan optimal. Pemudik bisa beristirahat, tapi jangan sampai terlalu lama sehingga menghambat kendaraan lain," pungkasnya. (ujm/um/zen)