Satu Tahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Sukses Atasi Bencana hingga Dongkrak Ekonomi Jateng - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Satu Tahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Sukses Atasi Bencana hingga Dongkrak Ekonomi Jateng

Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.
Prakata.com – Genap satu tahun sudah pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jawa Tengah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2025-2030. Sejak dilantik pada 20 Februari 2026, berbagai dinamika dan prestasi telah diukir selama periode pertama kepemimpinan mereka.

Sepanjang tahun pertama, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Mulai dari tanah longsor, gerakan tanah, banjir rob, hingga banjir bandang. Beberapa peristiwa besar yang menjadi sorotan antara lain banjir bandang dan jebolnya tanggul di Demak, rob di Sayung Demak, longsor di Lereng Gunung Slamet yang meliputi Banjarnegara dan Cilacap, serta gerakan tanah di Kabupaten Tegal.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak sigap dengan mengambil langkah-langkah komprehensif. Penanganan darurat hingga proses pemulihan pascabencana dipastikan berjalan beriringan dan efektif.

Di tengah berbagai cobaan alam, program-program unggulan tetap berjalan lancar. Berbagai sektor strategis seperti pembangunan infrastruktur, investasi, pendidikan, kesehatan, hingga upaya pengentasan kemiskinan menunjukkan hasil yang positif.

Terobosan pun lahir dari kebijakan yang berpihak pada rakyat, seperti program dokter spesialis keliling (Speling) yang memberikan layanan kesehatan gratis, sekolah kemitraan dan beasiswa santri untuk mendukung pendidikan, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program rumah rakyat.

Semua itu dilakukan semata-mata untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Pasangan ini dikenal memahami betul persoalan di daerahnya. Mereka aktif menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat melalui beragam kanal, bahkan tak segan turun langsung berdialog dengan warga untuk mencari solusi atas setiap permasalahan yang dikeluhkan.

Gaya kepemimpinan kolaboratif menjadi ciri khas Luthfi-Yasin. Mereka gencar menggandeng berbagai pihak, mulai dari para bupati dan wali kota, puluhan perguruan tinggi, pelaku usaha, investor, provinsi tetangga, negara sahabat, hingga tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Pendekatan yang disebut sebagai collaborative government atau pemerintahan kolaboratif ini dinilai sebagai cara terbaik membangun Jawa Tengah secara bersama-sama.

"Kami gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini adalah cara kita bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah," ujar Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Kapolda Jateng itu, pemerintahan kolaboratif menjadi sebuah keharusan karena pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan peran aktif semua elemen untuk memajukan wilayah. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan kerja tim menjadi napas pembangunan di Jawa Tengah yang diimplementasikan di setiap sektor.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,11 persen, sekaligus menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Capaian investasi juga menggembirakan. Nilai realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Dari total investasi itu, sebanyak 105.078 proyek terealisasi dan berhasil menyerap tenaga kerja hingga 418.138 orang.

Dampak positifnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Angka kemiskinan di Jawa Tengah turun signifikan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin berkurang 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024. Pada periode yang sama, rasio gini berada di angka 0,350 yang menunjukkan ketimpangan pendapatan semakin mengecil.

Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang mencapai Rp50,82 juta, naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga di angka 4,32 persen per November 2025.

Meski demikian, Pemprov Jateng tak berpuas diri. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin mengakui masih ada pekerjaan rumah di sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77.

"Angka kemiskinan bisa kita turunkan, kondisi kita semakin baik. Ini harus terus kita tingkatkan. Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus diarahkan untuk penurunan kemiskinan secara bersama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas agar kualitas hidup mereka meningkat," tegas Gus Yasin.

Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi benar-benar dirasakan warga. Pada Agustus 2025, sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan dan tidak lagi menerima bantuan sosial. Mereka dinyatakan siap hidup mandiri melalui program graduasi kemiskinan.

Salah satunya adalah Setia Puji, warga Brebes yang menerima bansos selama 2020-2025. Usai kembali dari perantauan, ia mengembangkan usaha bakso keliling. Kini usahanya berkembang dan ia mampu memenuhi kebutuhan keluarganya secara mandiri. "Bantuan yang diberikan sangat meringankan beban. Namun motivasi saya harus bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih mampu," tuturnya.

Kesuksesan pendekatan kolaboratif Luthfi-Yasin dalam menggenjot investasi dan pertumbuhan ekonomi mendapat apresiasi luas, termasuk dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menilai upaya kolaborasi yang dilakukan Gubernur Jateng berhasil menjadikan provinsi ini sebagai magnet bagi para investor.

Sepanjang tahun 2025, berbagai capaian positif mengantarkan Pemprov Jateng meraih setidaknya 40 penghargaan dari berbagai lembaga. Namun bagi Ahmad Luthfi, penghargaan bukanlah tujuan akhir.

"Penghargaan ini menjadi pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya. Membangun Jateng adalah proses ngopeni (merawat). Masih ada lubang-lubang yang harus ditambal bersama. Inilah alasan mengapa kolaborasi tidak boleh berhenti, karena tugas melayani rakyat adalah amanah yang tidak ada ujungnya," pungkasnya. (Rtm)