![]() |
| Progres pelebaran jalan Tol Surabaya-Gempol. |
Inisiatif
penambahan lajur ini merupakan wujud komitmen JTT dalam mempertahankan
keandalan infrastruktur jalan tol guna mendukung kelancaran arus masyarakat
serta distribusi barang di kawasan Jawa Timur. Dengan bertambahnya kapasitas
jalur, diharapkan mampu mengimbangi peningkatan volume kendaraan sekaligus
meningkatkan faktor keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Agus Susilo,
selaku Senior Manager Representative Office 3 Jalan Tol Surabaya–Gempol,
mengungkapkan bahwa pencapaian yang melampaui target tersebut tidak lepas dari
koordinasi yang solid serta pengawasan ketat di setiap tahapan pengerjaan.
"Kami
berupaya agar seluruh proses konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis dan
jadwal yang telah disusun. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti
rekayasa lalu lintas, cuaca yang berubah-ubah, serta lahan kerja yang terbatas,
tim proyek tetap mampu menjaga produktivitas tanpa mengesampingkan keselamatan
dan kelancaran arus kendaraan," tutur Agus.
Cakupan pekerjaan
dalam proyek ini meliputi pembangunan perkerasan beton, lapisan pondasi
agregat, sistem drainase, struktur jembatan, konstruksi pelat di atas tiang
(pile slab), serta pemasangan rambu dan marka jalan. Saat ini, sejumlah
pekerjaan struktural seperti pemancangan, pembangunan kepala tiang (pile cap),
dan pemasangan pile slab telah memasuki fase lanjutan.
Proyek strategis
ini mulai digarap pada 1 September 2025 dengan masa konstruksi selama 270 hari
kalender, dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Ria Marlinda Paallo, Vice
President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol,
menegaskan bahwa pelebaran lajur ini menjadi bagian dari rencana besar
perusahaan dalam meningkatkan konektivitas regional di Jawa Timur.
"Kami tidak
hanya menambah ruang bagi kendaraan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas
layanan secara menyeluruh. Infrastruktur yang handal, aman, dan berkelanjutan
menjadi prioritas kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas warga
di wilayah ini," ujar Ria.
Lebih lanjut, Ria
menambahkan bahwa aspek pengendalian mutu serta penerapan standar Health,
Safety, Environment (HSE) menjadi perhatian utama selama proses konstruksi.
"Kami melakukan pengawasan material secara ketat, inspeksi rutin, serta
pengamanan area kerja guna memastikan hasil pembangunan berkualitas dan
menjamin keselamatan baik pekerja maupun pengguna jalan," imbuhnya.
Proyek peningkatan kapasitas ini merupakan langkah berkelanjutan JTT dalam memperkuat jaringan Tol Trans Jawa, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur secara berkelanjutan. (Jiz)


