Bukan Pelengkap Birokrasi, AFH Dorong BJB Jadi Penggerak Ekonomi Daerah di Jabar - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Bukan Pelengkap Birokrasi, AFH Dorong BJB Jadi Penggerak Ekonomi Daerah di Jabar

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan (AFH).
Prakata.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan (AFH), berharap agar PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Harapan ini sejalan dengan keinginan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar bank milik pemerintah daerah itu berani “masuk” langsung ke jantung kawasan industri.

AFH sendiri menilai langkah ekspansi ke kawasan industri memang sudah waktunya dilakukan. Menurut dia, selama ini BJB masih identik dengan layanan kredit pegawai dan transaksi pemerintah daerah. Padahal, Jawa Barat merupakan wilayah industri terbesar di Indonesia dengan kawasan pabrik tersebar di Bekasi, Karawang, Purwakarta hingga Subang.

Iya menyebut bank daerah harus menjadi penggerak ekonomi, bukan sekadar pelengkap birokrasi. Bila mampu masuk ke sektor industri, BJB bisa membantu pembiayaan rantai pasok, UMKM pendukung pabrik, hingga pengusaha lokal.

“Bank daerah jangan hanya kuat di kredit konsumtif. Kalau mau besar, harus berani masuk pembiayaan industri dan usaha produktif,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa DPRD Provinsi Jawa Barat akan mengawasi implementasi kebijakan tersebut, terutama terkait manajemen risiko. Faisyal menegaskan, ekspansi industri harus dibarengi tata kelola yang sehat agar tidak menimbulkan kredit bermasalah.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut keberanian BJB masuk kawasan industri akan menentukan masa depan bank milik daerah itu. Jika berhasil, BJB bukan hanya menjadi kebanggaan Jawa Barat, tetapi juga dapat bersaing dengan bank nasional dalam pembiayaan sektor riil.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) menilai BJB belum sepenuhnya memanfaatkan denyut utama perekonomian Jawa Barat, khususnya di kawasan industri.

“Bank BJB harus masuk ke area industri. Jawa Barat hari ini menjadi daerah dengan investasi tertinggi di Indonesia. Jika kawasan industri itu menjadi mitra, bjb bisa tumbuh menjadi bank yang besar sekaligus sehat,” kata KDM.

Pernyataan itu disampaikan saat Dedi Mulyadi menghadiri Business Review Semester II 2025 dan Executive Workshop 2026 Bank BJB di Bale Pakuan, Bandung, Jumat 23 Januari 2026 lalu. (Gud)