Anggota DPRD dari PKB Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder Atasi Banjir di Harapan Baru - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Anggota DPRD dari PKB Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder Atasi Banjir di Harapan Baru

Anggota DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, saat menggelar agenda reses di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.

Prakata.com – Banjir kiriman akibat luapan Sungai Bekasi masih menjadi persoalan serius yang dialami warga Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara. Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Bekasi mengusulkan langkah konkret berupa normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi atau polder di area milik Perum Jasa Tirta (PJT).

Anggota DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, mengungkapkan bahwa Harapan Baru termasuk wilayah yang paling parah terdampak banjir, baik karena hujan lokal maupun kiriman dari daerah lain.

"Sebagian besar wilayah Harapan Baru berbatasan langsung dengan Sungai Bekasi. Begitu sungai meluap, apalagi ditambah kiriman dari hulu, meski di sini tidak hujan, banjir tetap terjadi," ujarnya saat menggelar reses di RW 05, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (15/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rizki mengapresiasi kehadiran anggota DPR RI, Sudjatmiko, dari Komisi V yang membidangi Pekerjaan Umum. Kehadiran legislator pusat ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan banjir yang masuk dalam kewenangan pemerintah pusat.

"Beliau mendengar langsung keluhan warga dan memahami kondisi di lapangan. Ini sudah menjadi perhatiannya sejak tahun lalu, dan kami harap tahun ini ada solusi nyata," tambah Rizki.

Ia memaparkan dua solusi utama yang diusulkan, yaitu normalisasi atau pengerukan Sungai Bekasi agar kapasitasnya kembali optimal, serta pembangunan kolam retensi atau polder di lahan milik PJT yang berada di bawah kewenangan pusat.

"Dengan adanya polder, air kiriman bisa tertampung dan diurai, sehingga diharapkan mampu meminimalisir banjir di wilayah ini," jelasnya.

Rizki juga menekankan pentingnya normalisasi segera dilakukan untuk mencegah longsor yang dapat menggerus kawasan pemakaman dan permukiman warga.

Terkati rencana pembangunan polder, politikus PKB tersebut menyampaikan bahwa usulan akan diajukan tahun ini melalui Kementerian PUPR. Lahan yang akan digunakan merupakan milik PJT, sementara anggaran berasal dari kementerian. Pemerintah Kota Bekasi nantinya akan terlibat dalam administrasi dan sinergi program.

Di sela menunggu realisasi dari pusat, Rizki mengajak masyarakat untuk aktif membuat biopori atau lubang resapan air secara mandiri. Program ini dapat didukung melalui dana Bekasi Keren yang mencapai Rp100 juta per RW.

"Warga bisa berinisiatif sendiri untuk mengurangi risiko banjir, minimal saat hujan deras, air bisa cepat meresap," pungkasnya. (Gud)