![]() |
| Bus Transjakarta. |
Prakata.com - Insiden perdebatan sengit antara penumpang lansia dan muda terkait kursi nonprioritas di bus Transjakarta yang viral mendapat tanggapan dari anggota DPRD DKI Jakarta. Dwi Rio Sambodo dari Komisi B mendorong agar budaya saling menghormati perlu dikedepankan di ruang publik, meski aturan tidak secara eksplisit mewajibkannya.
"Kesadaran kolektif itu akan terbangun bertahap dan akhirnya menjadi norma sosial," ujar Rio, menanggapi video cekcok yang ramai diperbincangkan.
Ia menegaskan, meski secara regulasi kursi tersebut bukan termasuk kursi prioritas, nilai etika dan kepedulian terhadap kelompok rentan, seperti orang lanjut usia, seharusnya menjadi pertimbangan utama.
“Secara peraturan, itu memang kursi bebas. Namun, dari sudut pandang moral, sepatutnya kita mengutamakan mereka yang lebih membutuhkan,” jelasnya pada Sabtu (3/1/2025).
Rio juga mengakui bahwa kondisi penumpang lain bisa bervariasi; ada yang mungkin sedang tidak sehat. Menurutnya, konflik dapat dihindari dengan komunikasi yang baik dan penuh pengertian dari kedua belah pihak.
“Jika penumpang yang duduk sedang tidak enak badan atau memiliki keterbatasan, cukup dijelaskan dengan sopan. Masalah seperti ini seharusnya tidak perlu memicu perselisihan,” katanya.
Ia melihat momen ini sebagai bahan evaluasi penting bagi ekosistem transportasi ibu kota. Terlebih, pihak Transjakarta telah menyatakan bahwa kursi nonprioritas terbuka untuk semua penumpang.
Kedepan, Rio berencana memberikan masukan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menambahkan imbauan atau tanda di area kursi nonprioritas.
“Perlu ada sosialisasi, walaupun bersifat ajakan, bahwa keberadaan penumpang lansia atau yang memerlukan bantuan sebaiknya direspons dengan sukarela mengalah,” paparnya.
Harapannya, langkah ini bisa memupuk kesadaran bersama dan mengukuhkan budaya saling menghargai di dalam kendaraan umum.
“Perubahan perilaku butuh proses. Dulu, larangan buang sampah sembarangan awalnya hanya imbauan, lama-kelamaan berubah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Hal serupa bisa tercipta dalam hal kesantunan di transportasi umum,” pungkas Rio optimistis. (Rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


