![]() |
| Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. |
Bencana yang melanda 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya. Alex menegaskan, meski Indonesia memiliki pengalaman menangani tsunami, gempa, dan likuifaksi, dampak kompleks dari bencana hidrometeorologi ini memerlukan penanganan tersendiri.
"Satgas Kuala yang fokus pada pengerukan sungai dan penyediaan air bersih patut diapresiasi. Namun, statusnya perlu ditingkatkan menjadi badan khusus agar cakupan tugasnya lebih komprehensif dan mampu mengatasi kendala teknis serta birokrasi," tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (3/1/2025).
Ia mengusulkan agar badan tersebut mengadopsi model sukses Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pasca-tsunami 2024, yang dikenal dengan kepemimpinan efektif, transparansi, dan bebas korupsi. "Model BRR tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga meninggalkan warisan sistem manajemen bencana yang diakui internasional. Kita perlu terapkan itu di Sumatera," ujarnya sembari menyoroti potensi korupsi dana bencana.
Pembentukan badan khusus, menurut Alex, akan memusatkan koordinasi dan pendanaan rehabilitasi-rekonstruksi, sehingga lebih efisien dan tidak memerlukan perubahan UU APBN. Langkah ini juga diharapkan memberi kepastian bagi pemerintah daerah dan penyintas tentang kehadiran negara yang terencana.
Keputusan ini mendesak mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan tinggi masih berpotensi hingga Maret 2026, yang dapat memperpanjang masa darurat.
Data kerusakan hingga Jumat (2/1/2026) menunjukkan betapa parahnya dampak bencana: 1.157 jiwa meninggal, 165 orang hilang, dan 380.287 orang mengungsi. Infrastruktur publik yang rusak mencakup 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 81 ruas jalan, dan 34 jembatan. Aceh menjadi provinsi dengan tingkat kerusakan tertinggi, diikuti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Usulan Alex menyoroti kebutuhan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan untuk pemulihan jangka panjang di Sumatera, mengingat luas dan kompleksnya kerusakan yang ditimbulkan. (rdn/zen)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


