Tren Fashion 2026, Athan Siahaan: Warna Strong dan Perpaduan Urban-Heritage - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Tren Fashion 2026, Athan Siahaan: Warna Strong dan Perpaduan Urban-Heritage

Desainer Athan Siahaan.
Prakata.com - Desainer kondang tanah air, Athan Siahaan memproyeksikan tren fashion untuk tahun 2026 bakal didominasi paduan beberapa warna. Menurutnya, warna-warna yang akan mendominasi adalah hijau, merah, dan biru dalam berbagai koleksi terbaru desainer.

"Dan 2026 itu juga akan banyak mengusung tema yang lebih ke urban yang di-mix dengan heritage. Jadi makanya IFR (Indonesia Fashion Runway) ini lahir supaya tahun 2026 kita sudah siap menghadapi pasar di mana orang-orang akan kembali ke arah heritage," jelas Athan, pada Rabu (31/12/2025).

CEO IFR dan Indonesia Fashion Parade (IFP) ini mendeskripsikan tren tersebut sebagai perpaduan antara modern dan tradisional.

Palet warna yang kuat itu, menurutnya, selaras dengan kekayaan warna wastra Indonesia, seperti batik. Athan optimis tren warna global akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kain tradisional Indonesia.

"Dipastikan tahun depan, orang-orang akan sudah mulai lebih sadar dengan wastra karena tren color yang sedang terjadi," sambungnya.

Menutup pagelaran akhir tahun 2025, Athan Siahaan menghelat pagelaran busana tanah air, Indonesia Fashion Runway (IFR) 2025. Ajang ini menandai babak baru dalam industri fashion tanah air dengan menitikberatkan pada inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perajin di seluruh Indonesia.

Athan menjelaskan perbedaan mendasar antara ajang IFP dan IFR yang ia gagas. "Kalau Indonesia Fashion Parade itu lebih umum segmentasinya. Nah, Indonesia Fashion Runway ini temanya 'inclusivity'. Jadi, kami berharap semua pelaku UMKM, seniman, pegiat, dan perajin, baik penenun, pembatik, maupun pembuat kerajinan lainnya, bisa terangkat secara ekonomi," ujar Athan.

Ia menekankan bahwa acara ini dirancang untuk menciptakan perputaran ekonomi langsung. Kolaborasi antara desainer dengan perajin lokal diharapkan dapat mempromosikan karya wastra (tekstil) Indonesia secara lebih masif kepada penonton dan masyarakat luas. "Bersyukur juga kita disupport oleh E-Craft," tambahnya.

Athan menilai dukungan untuk dunia fashion dalam negeri saat ini sudah semakin baik dan terfokus. "Sebelum-sebelum ini kan belum pernah ada, nah sekarang ini lebih terfokus. Jadi komunitas fashion juga akan lebih terbantu," tutupnya.

Melalui IFR 2025, industri fashion Indonesia tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mempertegas komitmennya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan penjaga warisan budaya nasional. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel