Dewan PDIP Usul "WiFi Subsidi" Rp100 Ribu per Bulan untuk Warga Tak Mampu - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Dewan PDIP Usul "WiFi Subsidi" Rp100 Ribu per Bulan untuk Warga Tak Mampu

Anggota DPRD Kota Bekasi Samuel Sitompul.
Prakata.com – Guna mengatasi kesenjangan akses digital, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, mengajukan inisiatif program WiFi subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Usulan ini diajukan sebagai respons atas berakhirnya program WiFi gratis yang sebelumnya dijalankan Pemkot Bekasi.

Samuel menekankan bahwa di era sekarang, internet telah berevolusi dari kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan dasar, khususnya bagi pelajar dan kelompok masyarakat yang menggantungkan aktivitas belajar, kerja, dan pencarian nafkah pada platform digital.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak anak-anak yang kesulitan mengikuti pembelajaran karena keterbatasan kuota. Padahal, internet kini adalah pintu utama mengakses ilmu dan informasi. Sayangnya, belum semua orang tua menyadari bahwa kuota internet sudah setara dengan kebutuhan pokok,” jelas Samuel pada Rabu (3/11/2025).

Dalam skema yang diusulkannya, setiap rumah tangga penerima manfaat hanya akan dikenakan biaya Rp100.000 per bulan. Pemerintah kota akan menanggung subsidi senilai Rp100.000, sehingga total biaya layanan internet sebesar Rp200.000 per bulan dapat terpenuhi.

Program ini dirancang bersifat terarah, yakni hanya menyasar keluarga tidak mampu. Penyalurannya dapat diintegrasikan dengan data yang sudah dimiliki pemerintah, seperti penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), atau bantuan sosial lainnya.

“Sasarannya bukan seluruh warga, melainkan yang benar-benar membutuhkan. Satu titik WiFi juga dapat digunakan secara bersama oleh dua hingga tiga rumah, terutama di kawasan padat penduduk dan perkampungan,” terang politisi dari PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Samuel, akses internet yang terjangkau tidak hanya mendukung dunia pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Berbagai peluang seperti usaha online, pembuatan konten kreatif, e-sports, hingga siaran langsung dapat dikembangkan warga.

“Internet adalah sarana produktif untuk menghasilkan pendapatan. Dengan adanya WiFi subsidi, anak-anak dapat lebih fokus belajar dan beraktivitas positif, mengurangi risiko terjerumus dalam pergaulan negatif seperti tawuran,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa gagasan ini selaras dengan visi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam mewujudkan Kota Bekasi sebagai Smart City. Infrastruktur internet yang merata dinilai sebagai fondasi penting untuk memperkuat ekosistem digital kota.

“Program ini dapat mempercepat implementasi Smart City. Jaringan internet yang tersebar luas juga memungkinkan pemasangan perangkat keamanan seperti CCTV lingkungan hingga ke tingkat kampung, tidak hanya di jalan protokol,” papar Samuel.

Ia berharap Pemkot Bekasi dapat serius mempertimbangkan usulan tersebut, mengingat tingginya urgensi kebutuhan akses internet bagi keluarga kurang mampu di wilayahnya. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel