![]() |
| Peluncuran UCJ oleh Pemkot Bekasi bersama BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, Rabu (5/11/2025). |
Prakata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang dinamai SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal). Program yang diresmikan Wali Kota Tri Ardhianto di Balai Patriot, Selasa (5/11/2025) ini, bertujuan memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja di sektor informal.
Tri Ardhianto menekankan bahwa komitmen ini melampaui sekadar pencapaian angka. “Ini adalah ikhtiar kolektif pemerintah untuk memastikan setiap pekerja, dari latar belakang apa pun, terlindungi dari risiko ekonomi. Setiap kartu BPJS Ketenagakerjaan yang kami berikan mewakili sebuah harapan dan kehidupan,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat karakteristik tenaga kerja di Bekasi yang sangat beragam, mulai dari pedagang pasar, driver ojek online, guru honorer, pelaku UMKM, hingga seniman dan buruh tani. Program SIGAP diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan pekerja rentan tersebut, dengan target awal sebanyak 11.666 orang.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A Fauzan. Ia menyatakan peluncuran UCJ merupakan bukti nyata komitmen Pemkot Bekasi dalam membangun jaring pengaman sosial bagi para pejuang ekonomi di sektor informal.
“Agenda hari ini adalah wujud nyata komitmen untuk melindungi seluruh masyarakat pekerja, tanpa terkecuali,” ujar Fauzan.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Kang Dedi Mulyadi, yang bertekad melindungi tiga juta pekerja informal se-Jawa Barat. “Semoga langkah baik ini menjadi jalan pembuka untuk kesejahteraan pekerja di Kota Bekasi dan Jawa Barat secara keseluruhan,” pungkasnya.
Peluncuran program ini dihadiri secara meriah oleh perwakilan Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, komunitas sosial, akademisi, dan media. (Ads)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


