Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ungkap Hal Mencengangkan, Momen HGN Masih Kekurangan 3.600 Guru - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ungkap Hal Mencengangkan, Momen HGN Masih Kekurangan 3.600 Guru

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ahmadi alias Madong.
Prakata.com – Semangat penghormatan untuk para guru mengemuka dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November. Namun, di balik ucapan terima kasih dan apresiasi, Kota Bekasi masih bergelut dengan masalah akut: kekurangan ribuan tenaga pendidik.

Ahmadi alias Madong, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, dalam pernyataannya, Selasa (25/11/2025), menegaskan posisi guru sebagai tulang punggung dunia pendidikan. Ia memuji dedikasi para pendidik dalam membentuk generasi penerus bangsa.

"Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan ketulusan dan ketekunan, Bapak dan Ibu Guru telah mengukir karakter, menyalurkan pengetahuan, dan memotivasi anak didik untuk meraih cita-citanya," kata Ahmadi.

Politisi PKB yang akrab disapa Bang Madong ini juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara para guru, orang tua murid, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem belajar yang positif.

Namun, pujian tersebut kontras dengan realitas di lapangan. Madong mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Kota Bekasi masih mengalami defisit sekitar 3.600 guru untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Data tahun 2024 mencatat kekurangan guru mencapai 4.700 orang. Program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2025 diproyeksikan hanya mampu merekrut 1.000 guru baru, sehingga masih menyisakan kekurangan yang sangat signifikan.

Kondisi ini dinilai ironis, mengingat besaran anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencapai Rp1,8 triliun, atau lebih dari 20 persen total APBD.

Oleh karena itu, momentum Hari Guru Nasional ini diharapkan dapat menjadi cambuk bagi Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi kekurangan guru.

"Perayaan ini harus menjadi pengingat bagi Pemkot, terutama Disdik, bahwa isu kekurangan guru tidak bisa lagi diabaikan dan harus menjadi prioritas," tegas Madong. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel