![]() |
| Rapat koordinasi darurat Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi pada Selasa (4/11/2025). |
Prakata.com - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah tegas menangani masalah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang mengganggu di kawasan Pasar Kranji. Langkah ini diwujudkan melalui rapat koordinasi darurat pada Selasa (4/11/2025), yang digelar bersama pengelola pasar, PT. ABB.
Rapat ini merupakan respons atas keluhan warga yang viral di media sosial Wali Kota Bekasi pada 1 November 2025, mengenai tumpukan sampah yang sampai menutupi akses jalan.
Hasil investigasi mengungkap akar masalahnya: tidak adanya TPS berkapasitas memadai dan minimnya pengawasan di lokasi.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, memaparkan upaya yang telah dilakukan, termasuk pengangkutan rutin dengan tiga truk setiap hari dan tiga kali pembersihan besar dalam enam bulan terakhir.
Sebagai solusi jangka pendek, disepakati beberapa tindakan segera:
- PT. ABB akan menutup area tumpukan sampah liar dan menempatkan petugas keamanan.
- CCTV akan dipasang untuk memantau dan mengidentifikasi pelaku pembuang sampah sembarangan.
- DLH akan membersihkan seluruh tumpukan sampah liar dalam tiga hari ke depan.
Untuk solusi jangka menengah, PT. ABB berkomitmen membangun TPS baru berkapasitas cukup dalam waktu seminggu ke depan.
Meski tengah menghadapi keterbatasan operasional di TPA Sumur Batu, DLH menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan pengelolaan sampah.
“Kami berharap kolaborasi ini membuahkan hasil. Masyarakat juga kami imbau untuk turut serta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” pungkas Kiswatiningsih. (Ads)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


