Presiden mengingatkan bahwa komitmen pada kebenaran dan
keadilan seringkali bukan jalan yang mudah, melainkan penuh dengan rintangan.
“Tak jarang, niat baik dan keinginan untuk menegakkan
kejujuran justru akan dihadapkan pada tantangan yang tidak kecil,” tegas
Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Kepala Negara juga membagikan refleksi dari
perjalanan panjangnya di dunia politik. Berbagai pengalaman itu, menurutnya,
telah membentuk kepekaannya dalam mengidentifikasi berbagai bentuk ancaman yang
dapat merusak persatuan bangsa.
“Kini, ketika berhadapan dengan berbagai tipu daya atau
upaya-upaya perongrongan terhadap bangsa, saya menjadi lebih cepat menangkap
sinyalnya, lebih cepat menciumnya, dan mengambil kesimpulan,” ujarnya.
Presiden secara khusus berpesan kepada para lulusan untuk
konsisten berpegang pada integritas dan selalu waspada.
“Kepada para pemuda, harapan bangsa. Tatap masa depan dengan
berani, namun tetap waspada. Waspadalah, jangan mudah terperdaya oleh
kebohongan,” pesannya.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, Presiden juga
mengingatkan pentingnya sikap bijaksana dan kritis, khususnya dalam menyikapi
arus informasi di media sosial.
“Teknologi memiliki manfaat yang luar biasa, dan kita tidak
boleh takut padanya. Namun, kita juga harus tetap waspada dalam
memanfaatkannya,” jelas Prabowo.


