Kunjungi Korban Dugaan TPPO, Wali Kota Imbau Warganya Waspada Penipuan melalui Medsos - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Kunjungi Korban Dugaan TPPO, Wali Kota Imbau Warganya Waspada Penipuan melalui Medsos

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kiri) saat mengunjungi korban dugaan TPPO Angga Karidwansyah di rumahnya, Rabu (3/9/2025).
Prakata.com – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara langsung mendatangi dan memberikan dukungan kepada Angga Karidwansyah (24), seorang warga Kelurahan Bantargebang yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota atas nasib warganya.

Dalam kunjungannya, Rabu (3/9/2025), Tri Adhianto menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Bekasi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas juntrungnya.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan sampai tergiur oleh janji-janji manis dan iming-iming gaji besar dari calo atau perekrut ilegal. Selalu pastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, dan prosedur yang digunakan. Jika terdengar terlalu mudah dan instan, besar kemungkinan itu adalah penipuan,” tegas Tri.

Wali Kota menjelaskan bahwa proses untuk bekerja ke luar negeri secara resmi membutuhkan waktu yang tidak singkat, minimal enam bulan. Proses tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pembelajaran bahasa, tes psikologi, hingga pembekalan budaya negara tujuan.

“Tidak ada yang namanya buat paspor hari ini, lalu besok langsung berangkat. Pemerintah melalui program yang sah telah menyediakan peluang untuk bekerja ke luar negeri. Tahun depan, kami bahkan akan menganggarkan kembali program pelatihan dan pemberangkatan tenaga kerja yang legal bagi warga yang memenuhi kriteria,” tambahnya.

Tri Adhianto juga mengingatkan masyarakat tentang maraknya praktik perekrutan ilegal yang menyebar melalui media sosial. Menurutnya, karena modus ini sulit dideteksi secara fisik di wilayah, maka kecakapan digital dan edukasi menjadi senjata utama untuk mencegahnya.

“Masyarakat harus cerdas dan kritis dalam memverifikasi setiap informasi. Bekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar tidak mudah jatuh ke dalam jerat perdagangan orang,” pungkasnya. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel