![]() |
| Perbaikan ruas jalan strategis penghubung Todanan dan Ngawen di Kabupaten Blora. |
Dalam kunjungannya, Gubernur Luthfi menekankan bahwa
penguatan infrastruktur jalan menjadi fokus utama pembangunan di tahun 2025.
Menurutnya, jalan yang berkualitas adalah kunci penopang pertumbuhan ekonomi.
“Keberadaan jalan yang baik sangat vital untuk mendorong
percepatan ekonomi, melancarkan mobilitas warga, dan distribusi komoditas. Pada
akhirnya, konektivitas antarwilayah akan semakin efisien,” papar Luthfi.
Luthfi meminta pelaksanaan pekerjaan diprioritaskan untuk
penyelesaian yang cepat, namun tetap harus memenuhi standar kualitas terbaik.
Ia juga meminta agar setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan untuk
dicarikan solusi.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan
infrastruktur berjalan secara bertahap, mempertimbangkan kondisi dan potensi
setiap daerah serta kesiapan anggaran. Ia memohon pemahaman semua pihak.
“Kami mohon kesabaran dan dukungannya. Pembangunan dilakukan
bertahap dan merata. Tidak hanya di Blora, daerah lain dan wilayah perbatasan
juga menjadi perhatian kami,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya
(DPUBMCK) Jateng, Hanung Triyono, memberikan rincian teknis. Ruas
Todanan-Ngawen yang merupakan jalur alternatif menuju Pati ini memiliki panjang
total 27,4 km. Adapun pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi perkerasan
beton sepanjang 500 meter dan pengaspalan untuk sisanya.
“Kami menargetkan seluruh pekerjaan rampung paling lambat
akhir Desember 2025. Dengan kondisi yang mendukung, kami berupaya mempercepat
menjadi pertengahan Desember,” jelas Hanung.
Kehadiran proyek ini disambut gembira oleh warga. Juju,
salah seorang pengguna jalan, mengaku lega karena jalan yang sebelumnya
berlubang kini diperbaiki.
“Setiap hari saya lewat sini untuk ke pasar. Rasanya sangat
senang sekali sekarang jalannya mulus. Terima kasih Pak Gubernur,” ujarnya.
Pendapat senada disampaikan Sumarni, warga lainnya. Ia
mengungkapkan, kondisi jalan sebelumnya yang bergelombang kerap membahayakan
pengendara, terutama saat hujan.
“Sekarang Alhamdulillah sudah nyaman dan aman. Semoga
jalan-jalan lain yang masih rusak juga segera mendapat perhatian,” harap
Sumarni.
Dengan terselesaikannya proyek ini, diharapkan dapat menjadi
pendongkrak aktivitas perekonomian dan meningkatkan konektivitas di wilayah
Blora dan sekitarnya. (Jiz)


