![]() |
| FKPP menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Kota Prabumulih, Senin (22/9/2025). |
Arthur Kaunang, Sekjen FKPP, dalam pidatonya menyatakan hal
tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap amanat publik. "Tidak mungkin
seorang pejabat bisa fokus membangun kota jika pikirannya masih terbelah
mengurus bisnis. Ini adalah pintu masuk konflik kepentingan dan korupsi. DPRD
harus segera gunakan hak angket!" tegas Arthur yang disambut gemuruh
massa.
Massa tidak hanya menyasar Franky, tetapi juga mengecam
sikap DPRD yang dinilai lamban dan tidak serius menangani laporan ini.
"Jangan cuma bisa diam! Rakyat muak dengan permainan sandiwara
politik," teriak salah seorang penggerak aksi.
Meski sempat tegang, aksi berjalan tertib. Pimpinan DPRD
Kota Prabumulih, Deni Victoria, akhirnya turun untuk menerima dan berdialog
dengan perwakilan demonstran di dalam gedung. Para pemuda ini berjanji tidak
akan berhenti mengawal kasus ini hingga adanya kejelasan dan tindakan tegas.
"Prabumulih Emas harus dimulai dengan kepemimpinan yang
bersih dan berintegritas. Ini soal martabat kota kita bersama," tutup
Arthur.


