![]() |
| Ketua DPR RI Puan Maharani saat menerima kunjungan delegasi utusan khusus Presiden Korea Selatan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (12/8/2025). |
Delegasi Korea tiba di Kompleks Parlemen sekitar pukul 14.30
WIB dan disambut oleh Puan didampingi sejumlah anggota DPR, termasuk Wakil
Ketua Komisi IV Alex Indra Lukman dan Wakil Ketua Komisi III Dede Indra Permana
Soediro. Puan menyebut kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus
komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral.
"Selamat atas terpilihnya Presiden Lee Jae-Myung. Kami
berharap kepemimpinan beliau membawa kemajuan bagi Korea dan kawasan Asia
Timur," ujar Puan, politisi PDI-Perjuangan tersebut. Ia juga menekankan
pentingnya kerja sama kedua negara dalam mendorong stabilitas global, terutama
di tengah ketidakpastian dunia saat ini.
Puan mengapresiasi kontribusi Korea dalam pembangunan
Indonesia, termasuk di bidang industri, kesehatan, dan ekonomi digital. Meski
nilai perdagangan bilateral sempat turun pada 2024, Puan optimis pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12% di triwulan II-2025 dapat menarik lebih
banyak investor Korea.
Namun, ia menyoroti hambatan dalam perpanjangan Memorandum
Kesepahaman (MoU) Employment Permit System (EPS) karena perbedaan pandangan
mengenai perlindungan pekerja sektor perikanan. "PMI di Korea adalah
pekerja yang produktif dan berkontribusi bagi ekonomi Korea. Kami harap
perlindungan hak mereka dapat diperkuat," tegas Puan.
Puan mendorong peningkatan kerja sama parlemen melalui forum
seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) dan MIKTA. Ia juga berencana menghadiri
pertemuan Ketua Parlemen MIKTA di Seoul pada November 2025.
Selain itu, Puan menekankan pentingnya mempererat hubungan
masyarakat melalui pertukaran pelajar, budaya, dan pariwisata. "Kami
berharap lebih banyak beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di
Korea," ujarnya.
Sebagai penutup, Puan menyampaikan keprihatinan atas
ketegangan di Semenanjung Korea dan mendorong dialog untuk menciptakan kawasan
yang stabil dan bebas senjata nuklir.


