![]() |
| Ketua DPR RI Puan Maharani. |
Insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun
Pagadenbaru, Subang, Jawa Barat, pada Jumat (1/8) lalu telah menyebabkan 440
ribu pemesan tiket terpaksa membatalkan perjalanan. Sebagai bentuk tanggung
jawab, KAI berkomitmen mengembalikan uang tiket penumpang. Dampaknya, 17
perjalanan KA dibatalkan dan 54 perjalanan lainnya mengalami keterlambatan
keesokan harinya.
Puan menyebut sikap terbuka Dirut KAI yang tidak menyalahkan
pihak lain mencerminkan kepemimpinan yang baik. "Pemimpin sejati berani
mengakui kesalahan, bukan mencari kambing hitam. Kepercayaan publik harus
diraih dengan transparansi dan akuntabilitas," ujar mantan Menko PMK
itu.
Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa permintaan maaf hanyalah
awal. Masyarakat menantikan reformasi menyeluruh di sektor perkeretaapian,
termasuk pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP), peningkatan mitigasi
risiko, dan peningkatan kualitas layanan.
"Tidak hanya kereta yang harus kembali ke rel,
kepercayaan publik juga harus dipulihkan. Ini tidak bisa hanya dengan ucapan,
tapi butuh perbaikan sistemik dan komitmen nyata," tegasnya.
Politisi PDI-Perjuangan itu juga mendorong evaluasi
menyeluruh terhadap koordinasi antara operator dan regulator kereta api.
Menurutnya, lemahnya pengawasan teknis dan komunikasi bisa menjadi akar masalah
yang harus segera diatasi.
"Koordinasi yang buruk berisiko menimbulkan kelalaian
fatal. Setelah permintaan maaf, langkah selanjutnya adalah duduk bersama untuk
memperbaiki sistem transportasi kita," paparnya.
Di akhir pernyataan, Puan menyarankan perlunya modernisasi
teknologi dan digitalisasi dalam sistem pemantauan perjalanan kereta api. Hal
ini dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan memastikan
respons yang cepat dan terkoordinasi.


