PJU di Kabupaten Bekasi Masih Gelap, Dishub Siapkan Solusi Jangka Panjang dengan Skema KPBU - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

PJU di Kabupaten Bekasi Masih Gelap, Dishub Siapkan Solusi Jangka Panjang dengan Skema KPBU

Warga mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan umum di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi. Foto: Ilustrasi.
Prakata.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi menanggapi keluhan warga terkait padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi, seperti Kalimalang dan Jalan Raya Cikarang Bekasi Laut (CBL). Mereka melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini. 

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, R. Yana Suyatna, mengakui bahwa persoalan penerangan jalan di wilayahnya cukup kompleks. Dengan total panjang jalan kabupaten mencapai 1.061 kilometer, tidak semua ruas dilengkapi PJU karena keterbatasan anggaran. 

"Untuk menerangi seluruh jalan, dibutuhkan dana sekitar Rp1 triliun. Kami sedang mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pembayaran dicicil selama 10 tahun agar tidak membebani APBD," jelas Yana, Selasa (5/8/2025). 

Pembiayaan KPBU ini akan bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dikelola daerah. Yana menyebut, Kabupaten Bekasi mendapat alokasi PPJ sekitar Rp350 miliar per tahun. 

"Dana PPJ sebenarnya cukup untuk biaya listrik PJU yang mencapai Rp43 miliar per tahun, asalkan tidak dialihkan untuk keperluan lain," ujarnya. 

Yana mengungkapkan, banyak PJU yang padam akibat kerusakan komponen seperti bohlam, konektor, atau kabel yang putus. Selain itu, pencurian kabel juga menjadi masalah serius. 

"Sebagian besar jaringan PJU adalah hibah dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkimtan) tahun 2021-2022. Banyak kabel sudah tua dan rawan putus, bahkan ada yang dicuri," paparnya. 

Dishub juga menghadapi kendala sumber daya manusia. Hanya ada enam teknisi dan satu armada skylift untuk melayani 23 kecamatan. 

"Jika ada kerusakan di daerah seperti Bojongmangu atau Cabangbungin, perbaikan bisa memakan waktu 2-3 hari karena alat terbatas," tambah Yana. 

Untuk menghemat biaya, Pemkab Bekasi berencana menerapkan smart lighting dan sistem baterai pada PJU. Teknologi ini diharapkan bisa mengurangi beban listrik yang saat ini mencapai lebih dari 10.000 titik, padahal kebutuhan idealnya 30.000 titik. 

"Dulu lampu 300-400 watt, sekarang pakai LED 90-120 watt, tapi tagihan tetap tinggi. Dengan smart lighting dan KPBU, penghematan bisa mencapai Rp20-25 miliar per tahun," jelasnya. 

Sementara itu, biaya perawatan tahunan, termasuk penggantian lampu dan kabel, berkisar Rp2-5 miliar. 

Yana menekankan, jika seluruh kebutuhan PJU terpenuhi—dengan asumsi Rp25 juta per tiang plus pemeliharaan—total biaya bisa mencapai Rp1 triliun. 

"Kalau hanya mengandalkan anggaran tahunan Rp10 miliar, butuh 100 tahun untuk menerangi semua jalan di Bekasi," katanya. 

Di akhir, Yana mengajak masyarakat turut menjaga fasilitas PJU dan melaporkan kerusakan agar cepat ditangani. 

"PJU adalah bagian dari pelayanan publik. Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan, tetapi butuh dukungan semua pihak," pungkasnya. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel