![]() |
| Warga mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan umum di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi. Foto: Ilustrasi. |
"Untuk menerangi seluruh jalan, dibutuhkan dana sekitar
Rp1 triliun. Kami sedang mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU) dengan pembayaran dicicil selama 10 tahun agar tidak membebani
APBD," jelas Yana, Selasa (5/8/2025).
Pembiayaan KPBU ini akan bersumber dari Pajak Penerangan
Jalan (PPJ) yang dikelola daerah. Yana menyebut, Kabupaten Bekasi mendapat
alokasi PPJ sekitar Rp350 miliar per tahun.
"Dana PPJ sebenarnya cukup untuk biaya listrik PJU yang
mencapai Rp43 miliar per tahun, asalkan tidak dialihkan untuk keperluan
lain," ujarnya.
Yana mengungkapkan, banyak PJU yang padam akibat kerusakan
komponen seperti bohlam, konektor, atau kabel yang putus. Selain itu, pencurian
kabel juga menjadi masalah serius.
"Sebagian besar jaringan PJU adalah hibah dari Dinas
Perumahan dan Permukiman (Perkimtan) tahun 2021-2022. Banyak kabel sudah tua
dan rawan putus, bahkan ada yang dicuri," paparnya.
Dishub juga menghadapi kendala sumber daya manusia. Hanya
ada enam teknisi dan satu armada skylift untuk melayani 23
kecamatan.
"Jika ada kerusakan di daerah seperti Bojongmangu atau
Cabangbungin, perbaikan bisa memakan waktu 2-3 hari karena alat terbatas,"
tambah Yana.
Untuk menghemat biaya, Pemkab Bekasi berencana menerapkan smart
lighting dan sistem baterai pada PJU. Teknologi ini diharapkan bisa
mengurangi beban listrik yang saat ini mencapai lebih dari 10.000 titik,
padahal kebutuhan idealnya 30.000 titik.
"Dulu lampu 300-400 watt, sekarang pakai LED 90-120
watt, tapi tagihan tetap tinggi. Dengan smart lighting dan KPBU,
penghematan bisa mencapai Rp20-25 miliar per tahun," jelasnya.
Sementara itu, biaya perawatan tahunan, termasuk penggantian
lampu dan kabel, berkisar Rp2-5 miliar.
Yana menekankan, jika seluruh kebutuhan PJU terpenuhi—dengan
asumsi Rp25 juta per tiang plus pemeliharaan—total biaya bisa mencapai Rp1
triliun.
"Kalau hanya mengandalkan anggaran tahunan Rp10 miliar,
butuh 100 tahun untuk menerangi semua jalan di Bekasi," katanya.
Di akhir, Yana mengajak masyarakat turut menjaga fasilitas PJU dan melaporkan kerusakan agar cepat ditangani.
"PJU adalah bagian dari pelayanan publik. Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan, tetapi butuh dukungan semua pihak," pungkasnya. (Gud)

