Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat meninjau harga beras guna memastikan ketersediaan stok aman dan distribusi lancar. |
Farhan bersama jajarannya mengunjungi Pasar Sederhana, Pasar
Kosambi, Yogya Retail di Jalan Sunda, supermarket di Bandung Indah Plaza, serta
gudang Bulog untuk memastikan kelancaran distribusi beras, khususnya beras
medium.
“Kami memantau langsung kondisi pasar tradisional dan modern
untuk memastikan pasokan beras medium berjalan baik,” kata Farhan.
Ia menjelaskan, ketersediaan beras SPHP dari Bulog di pasar
tradisional sudah mencukupi. Sementara untuk ritel modern, Pemkot berharap
sektor ini dapat menjadi buffer zone (penyangga) beras medium, meski
masih menunggu regulasi dari Badan Pangan Nasional.
“Kami juga berkoordinasi dengan beberapa e-commerce
agar nantinya bisa turut menjual beras medium sebagai cadangan,”
tambahnya.
Farhan meminta masyarakat tidak panik, karena Pemkot bekerja
sama dengan Dewan Ketahanan Pangan Provinsi untuk mengawasi peredaran beras,
termasuk menarik lima merek yang diduga mengandung campuran tidak sesuai.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyebut
stok beras di Bandung stabil meski ada sedikit kenaikan harga yang masih dalam
batas wajar. “Beras SPHP sudah tersedia di pasar tradisional seperti Pasar
Sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar,
memastikan kualitas beras yang beredar aman dikonsumsi. “Berdasarkan proyeksi
neraca pangan Juli-Agustus, stok beras cukup. Hampir tidak ada temuan beras
tidak layak,” tegasnya.
Kepala Bulog Kota Bandung, Ashville Nusa Panata,
mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan 20 ton beras SPHP ke
sejumlah pasar, termasuk Pasar Sederhana dan Pasar Gedebage. Stok Bulog untuk
wilayah Bandung Raya mencapai 35.000 ton, cukup untuk enam bulan ke depan.