![]() |
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Tamsil Linrung. |
Tamsil menyoroti keputusan Indonesia bergabung sebagai anggota penuh BRICS awal 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap tatanan dunia yang tidak didominasi satu atau dua kekuatan saja. "BRICS menjadi penyeimbang geopolitik dan geoekonomi global. Ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif kita," jelasnya.
Salah satu prestasi terbesar adalah penurunan tarif ekspor
Indonesia ke AS dari 32% menjadi 19%. "Ini bukti diplomasi kita
diperhitungkan. Presiden berhasil mempertahankan kepentingan daerah dalam
negosiasi dengan Trump," ujar Tamsil.
Ia menegaskan, penurunan tarif ini akan berdampak positif
bagi produk unggulan daerah seperti kakao, kopi, udang, dan karet. Namun,
Tamsil mengingatkan agar pemerintah waspada terhadap dampak tarif nol persen
untuk impor produk pertanian AS yang bisa mengancam ketahanan pangan
nasional.
Meski tarif ekspor turun, Tamsil menekankan pentingnya
meningkatkan daya saing produk dalam negeri. "Harga barang kita di AS
mungkin naik, tetapi dengan kualitas dan keunggulan komparatif, peluang tetap
besar. Kuncinya adalah penguatan industrialisasi," paparnya.
Ia juga membantah narasi yang menyebut AS mendapat akses
penuh ke Indonesia, termasuk dalam komoditas tembaga. "Yang dibuka adalah
pasar impor AS ke Indonesia, bukan sebaliknya. Proteksi tarif tetap penting
sebagai alat perlindungan industri lokal," tegasnya.
Tamsil menegaskan, keberhasilan diplomasi internasional
harus dirasakan langsung oleh daerah. "DPD akan memastikan kerja sama
internasional benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di tingkat lokal,"
ucapnya.
Ia mendorong penguatan kapasitas daerah dalam mengelola
sumber daya dan pengembangan kawasan industri. "Saatnya politik luar
negeri dan pembangunan daerah bersinergi untuk kemajuan bangsa," tutup
Tamsil.