Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, memberikan keterangan kepada awak media. |
Dalam konferensi pers, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes
Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara ilmiah dan
akuntabel dengan melibatkan berbagai pakar multidisiplin.
"Kami menggunakan pendekatan scientific crime
investigation untuk memastikan proses penyelidikan berjalan profesional dan
transparan. Kolaborasi dengan para ahli membantu kami mengungkap penyebab serta
latar belakang kematian korban secara mendetail," jelas Ade Ary, Kamis
(31/7/2025).
Ade Ary menyatakan bahwa keterlibatan pakar dari berbagai
bidang menjadi kunci terungkapnya kasus ini. Tim penyidik menganalisis berbagai
aspek, mulai dari kondisi psikologis korban, jejak digital, toksikologi, hasil
autopsi, hingga sidik jari di TKP. Semua bukti tersebut kemudian dikompilasi
untuk membentuk kesimpulan yang objektif.
Konferensi pers ini juga dihadiri sejumlah pejabat
kepolisian yang terlibat langsung dalam penyidikan. Polda Metro Jaya turut
menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa seluruh
proses investigasi dilakukan secara proporsional dan dapat
dipertanggungjawabkan.
ADP terakhir terlihat pada Senin (7/7) di rooftop Gedung
Kemlu RI, di mana ia menghabiskan waktu lebih dari satu jam. Ia meninggalkan
tas ransel dan kantong belanja di tangga gedung sebelum jenazahnya ditemukan
keesokan harinya. Hingga saat ini, sedikitnya 24 saksi telah diperiksa,
termasuk istri korban dan penjaga kos yang pertama kali menemukan jenazah.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif
berbasis ilmu pengetahuan ini mencerminkan komitmen Polri dalam menangani
kasus-kasus kompleks secara profesional.
"Kasus ini membuktikan bahwa sinergi antara penegak
hukum dan para ahli mampu menghadirkan keadilan dan kejelasan bagi semua
pihak," pungkas Ade Ary.