| Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisayal Hermawan, saat menggelar reses III tahun 2025 di RM Wulansari, Kota Bekasi. |
"Banyak orang tua, khususnya ibu-ibu, yang datang
menyampaikan kegelisahan mereka. Mereka khawatir anak-anak mereka tidak bisa
melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK Negeri karena kuota sekolah
terbatas," ujar Faisyal dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Menurut data Dinas Pendidikan Jabar, Tahun ini, kuota untuk
SMA/SMK dan SLB negeri di Jabar hanya 329.000 siswa, sementara jumlah lulusan
SMP diperkirakan mencapai 700.000 siswa. Artinya, 371.000 calon siswa SMA/SMK
negeri di Jabar tidak tertampung akibat keterbatasan ruang. Artinya, ribuan
siswa terpaksa bersaing ketat atau beralih ke sekolah swasta yang biayanya
lebih tinggi.
Faisyal menegaskan, pemerintah daerah perlu segera
menindaklanjuti dengan membangun sekolah baru atau menambah ruang kelas di
SMA/SMK Negeri yang sudah ada. "Ini bukan hanya masalah kuota, tetapi juga
hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

