Herlina Harsono Tekankan Pentingnya Penguatan Fiskal dan Pendidikan Inklusif dalam RPJMD Surabaya 2025–2030 - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Herlina Harsono Tekankan Pentingnya Penguatan Fiskal dan Pendidikan Inklusif dalam RPJMD Surabaya 2025–2030

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto.
Prakata.com – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, menekankan perlunya penguatan kebijakan fiskal untuk mendukung sektor prioritas pembangunan. 

Menurut Herlina, tingginya kebutuhan belanja daerah harus diimbangi dengan pendapatan yang berkelanjutan guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal. "Penguatan pendapatan daerah sangat penting mengingat besarnya alokasi belanja dalam RPJMD 2025–2030," ujarnya di Surabaya, Rabu (9/7/2025). 

Ia menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan perencanaan fiskal berbasis risiko, termasuk Fiscal Space Assessment tahunan dan anggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting). Hal ini bertujuan memastikan belanja daerah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Selain itu, Herlina meminta Pemkot menyiapkan strategi mitigasi risiko dalam pengelolaan APBD agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan lancar. 

Salah satu prioritas utama RPJMD 2025–2030 adalah sektor pendidikan. Pemkot berencana membangun 4 SDN dan 7 SMPN baru di beberapa kecamatan, seperti Tambaksari, Pabean Cantian, Sawahan, dan Bubutan. 

"Pemerataan pendidikan adalah investasi sosial jangka panjang yang akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," jelas Herlina. 

Tak hanya itu, ia juga mendorong pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dengan memperluas Unit Layanan Disabilitas (ULD) hingga jenjang PAUD, SD, SMP, dan pendidikan nonformal. "Pendidikan inklusif bukan sekadar wacana, tapi komitmen untuk memberikan akses yang adil bagi semua warga," tegasnya. 

Di sektor transportasi, Pemkot berencana mengembangkan 11 rute trunk dan 30 rute feeder secara bertahap untuk memperluas jaringan angkutan massal terintegrasi. "Integrasi transportasi massal penting untuk mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan kawasan pinggiran," ujar Herlina. 

Herlina juga menyoroti pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pembiayaan pembangunan. Dari enam BUMD di Surabaya, hanya PDAM dan BPR Surya Artha Utama (SAU) yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK pada 2024. 

Pemkot berencana menyuntikkan modal Rp40 miliar ke BPR SAU selama 2025–2030 untuk memperkuat layanan keuangan, termasuk sistem gaji, ATM, dan mobile banking bagi ASN, tenaga kontrak, dan UMKM. 

"Kami ingin mendorong UMKM naik kelas menjadi UKM atau IKM agar lebih berkontribusi bagi perekonomian daerah," ungkap Herlina. Ia berharap program pembangunan tak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada hasil yang benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya. 

Dengan berbagai strategi tersebut, RPJMD 2025–2030 diharapkan dapat membawa dampak nyata bagi kemajuan Kota Surabaya dalam lima tahun ke depan. (Ana)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel