![]() |
| Pameran Inovasi Drone Canggih Indo Defence 2025. |
Lebih dari 1.180 peserta dari 42 negara turut ambil bagian.
Di antara ratusan peserta tersebut, satu nama lokal berhasil mencuri perhatian:
Frogs Indonesia.
Bersama dengan ASTTA (Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa
Awak), BETA UAS, dan AMX UAV, Frogs Indonesia membuktikan bahwa industri
teknologi drone dalam negeri tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Indo Defence bukan sekadar ajang pamer, melainkan momentum
penting untuk membangun kolaborasi strategis antara industri nasional,
pemerintah, dan mitra global,” ujar Adhitya Chandra, CEO Frogs Indonesia. “Kami
ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki
sendiri dalam hal teknologi pertahanan,” tambahnya, Rabu (18/6/2025).
Dalam kesempatan ini, Frogs Indonesia memamerkan dua inovasi
drone unggulan:
1. SA-6 Mortar Dropper – Drone multirotor taktis yang mampu
menjatuhkan amunisi mortar secara presisi. Alat ini dirancang khusus untuk
mendukung misi tembakan tidak langsung di medan tempur.
2. Fixed-Wing Drone – Pesawat nirawak bersayap tetap yang
dapat digunakan untuk pengintaian jarak jauh, patroli wilayah, latihan militer,
hingga simulasi pertahanan udara.
“Kami bangga bisa membuktikan bahwa anak bangsa memiliki
kemampuan menciptakan UAV taktis yang relevan dan siap digunakan di lapangan,”
tegas Adhitya.
Tak hanya menarik perhatian pengunjung umum, booth Frogs
Indonesia juga dikunjungi tokoh penting: Thareq Kemal Habibie, putra almarhum Presiden
ke-3 RI, B.J. Habibie. Ia terlihat berdiskusi hangat dengan tim Frogs Indonesia
dan menyampaikan apresiasi atas semangat serta inovasi yang ditampilkan.


