![]() |
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. |
"Indonesia harus sigap menanggapi dinamika Timur Tengah
yang berdampak pada ketahanan energi nasional," tegas Amelia di Jakarta,
Selasa (24/6/2025). Ia menekankan perlunya koordinasi antar-kementerian,
seperti Kemenlu, Kemenhan, Kementerian Perdagangan, dan ESDM, untuk menyiapkan
strategi mitigasi.
Langkah yang diusulkan meliputi penyediaan rute distribusi
alternatif, penambahan cadangan energi nasional, serta memperkuat kerja sama
dengan negara-negara ASEAN dan mitra global. Amelia menilai keputusan Parlemen
Iran menutup Selat Hormuz sebagai ancaman serius yang harus diwaspadai.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR lainnya, TB Hasanuddin,
memperingatkan bahwa penutupan selat itu dapat melonjakkan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent telah naik dari US$65 per barel awal Juni menjadi
US$73 per barel pertengahan bulan ini. Jika Iran benar-benar menutup akses,
spekulasi harga bisa mencapai di atas US$90 per barel.
Sebagai importir minyak dari Timur Tengah, Indonesia
berpotensi terkena dampak signifikan, mulai dari membengkaknya subsidi BBM,
kenaikan harga bahan bakar dalam negeri, hingga tekanan inflasi. Selain itu,
pasokan LPG dari Qatar dan Uni Emirat Arab yang melintasi Selat Hormuz juga
terancam terganggu.
"Biaya logistik akan melambung jika Indonesia terpaksa
mencari jalur alternatif," ujar Hasanuddin, yang juga purnawirawan Mayjen
TNI. Ia mendorong pemerintah aktif dalam diplomasi internasional untuk menjaga
keamanan jalur pelayaran global.
Krisis di Selat Hormuz dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional jika tidak diantisipasi dengan kebijakan konkret. DPR pun mendesak agar isu ini dibahas dalam forum-forum internasional untuk mendorong penyelesaian damai. (zen)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel