DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Harga Minyak Bisa Tembus US$90 per Barrel - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Harga Minyak Bisa Tembus US$90 per Barrel

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini.
Prakata.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata menghadapi potensi krisis akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Selat tersebut merupakan jalur vital bagi pasokan energi global, dan gangguan di kawasan itu dapat memengaruhi stabilitas harga energi serta rantai pasok internasional, termasuk Indonesia. 

"Indonesia harus sigap menanggapi dinamika Timur Tengah yang berdampak pada ketahanan energi nasional," tegas Amelia di Jakarta, Selasa (24/6/2025). Ia menekankan perlunya koordinasi antar-kementerian, seperti Kemenlu, Kemenhan, Kementerian Perdagangan, dan ESDM, untuk menyiapkan strategi mitigasi.

Langkah yang diusulkan meliputi penyediaan rute distribusi alternatif, penambahan cadangan energi nasional, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN dan mitra global. Amelia menilai keputusan Parlemen Iran menutup Selat Hormuz sebagai ancaman serius yang harus diwaspadai. 

Sementara itu, anggota Komisi I DPR lainnya, TB Hasanuddin, memperingatkan bahwa penutupan selat itu dapat melonjakkan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent telah naik dari US$65 per barel awal Juni menjadi US$73 per barel pertengahan bulan ini. Jika Iran benar-benar menutup akses, spekulasi harga bisa mencapai di atas US$90 per barel. 

Sebagai importir minyak dari Timur Tengah, Indonesia berpotensi terkena dampak signifikan, mulai dari membengkaknya subsidi BBM, kenaikan harga bahan bakar dalam negeri, hingga tekanan inflasi. Selain itu, pasokan LPG dari Qatar dan Uni Emirat Arab yang melintasi Selat Hormuz juga terancam terganggu. 

"Biaya logistik akan melambung jika Indonesia terpaksa mencari jalur alternatif," ujar Hasanuddin, yang juga purnawirawan Mayjen TNI. Ia mendorong pemerintah aktif dalam diplomasi internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran global. 

Krisis di Selat Hormuz dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional jika tidak diantisipasi dengan kebijakan konkret. DPR pun mendesak agar isu ini dibahas dalam forum-forum internasional untuk mendorong penyelesaian damai. (zen)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel