![]() |
| Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal. |
Prakata.com – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bekasi masih belum memenuhi target persentase yang diharapkan. Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, menyoroti pentingnya perencanaan dan perawatan RTH agar lebih optimal.
Faisal menjelaskan, jika mengintip dari konsep yang diterapkan di DKI Jakarta dilakukan strategi membeli tanah sepotong-sepotong, misalnya lahan yang dianggap kurang strategis seperti tanah di gang sempit atau tanpa akses jalan, untuk dijadikan RTH atau fasilitas sosial seperti kantor RT/RW.
"Ini perencanaan yang bagus, fasos/fasum tertata, tata kota baik, dan RTH tercapai," ujar politisi Partai Golkar, Faisal, Rabu (16/4/2025).
Namun, kondisi di Kota Bekasi saat ini masih jauh dari harapan. "Persentase RTH di Kota Bekasi belum tercapai. Kalau sudah ada perencanaan matang, akan jelas mana yang untuk jalan, mana yang untuk RTH," tambah Faisal.
Ia juga menyoroti potensi pemanfaatan lahan di bawah Tol Becakayu sebagai RTH. Faisal mengaku pada saat kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Gani Muhammad, dirinya meminta perawatan lebih serius untuk area tersebut.
"Tolong dirawat, karena itu tempat sosial masyarakat, bisa untuk olahraga dan ruang hijau," kisahnya.
Selain itu, Faisal menyinggung fenomena vandalisme yang kerap merusak fasilitas publik. Menurutnya, perlu ada perawatan berkala, pengawasan Linmas 24 jam, serta penyediaan tong sampah agar RTH tetap aman, nyaman dan bersih bagi warga.
"Harus ada perlindungan dari Linmas agar masyarakat merasa aman. Fasilitas seperti taman harus dijaga kebersihannya dan dicegah dari aksi vandalisme," pungkasnya.
Dengan belum tercapainya target RTH, DPRD Kota Bekasi mendorong pemerintah kota saat ini untuk segera mengambil langkah strategis, baik dalam hal perencanaan tata kota maupun pemeliharaan ruang hijau yang sudah ada. (Gud)


