tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Ingin Lakukan Perbaikan Wajah Kota Bekasi, Heri Koswara Tegas Kejar Kursi Eksekutif

Calon Wali Kota Bekasi Heri Koswara (berdiri) saat menyampaikan visi misi dalam diskusi publik di Aula Masjid Al-Ghufron, Minggu (2/6/2024).
Prakata.com - Heri Koswara sebagai satu-satunya Calon Wali Kota Bekasi yang telah mendapatkan rekomendasi dari partainya, sampaikan tiga persoalan besar yang harus dibereskan di Kota Bekasi. Hal ini ia ungkapkan dalam diskusi publik di Aula Masjid Al-Ghufron, Margahayu, Bekasi Timur, Minggu (2/6/2034) pagi.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi ini mengungkapkan, tiga masalah besar tersebut adalah Bekasi harus menjadi kota bebas koruptor, Kota Bekasi sebagai kota toleransi, dan Kota Bekasi yang aman, dan berketahanan pangan.

"Ada tiga persoalan besar, ini yang akan menjadi visi misi untuk merubah Kota Bekasi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk merubah wajah Kota Bekasi lebih baik maka saya harus masuk ke lembaga eksekutif," kata Bang Heri, sapaannya.

Untuk membersihkan kota berjuluk Kota Patriot ini dari praktik korupsi, menurutnya, maka seorang pemimpin harus memberikan contoh anti korupsi. Pemerintahan yang bersih harus diwujudkan, dan dicontohkan melalui pemimpin yang diteladani oleh bawahannya.

Dalam toleransi beragama, Bang Heri mengaku telah didatangi sejumlah tokoh Katolik. Mereka mempertanyakan bagaimana nasib komunitas non muslim ketika PKS keluar sebagai pemimpin.

"Saya pastikan kepada sahabat non muslim, Insyaallah kita bisa bersama (tidak ada larangan beragama)," jungkap dia.

Sementara dalam ketahanan pangan dan keamanan masyarakat, putra asli Bekasi ini menegaskan bahwa negara harus hadir untuk melindungi warganya. Selain itu dalam upaya mendorong peningkatan perekonomian, maka dengan keamanan yang terjamin diproyeksikan mampu menarik pengusaha untuk berinvestasi. Di sisi lain, pelaku UMKM juga harus diperhatikan demi kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Pria yang telah menjadi wakil rakyat selama 20 tahun ini mengungkapkan, tiga persoalan besar di Kota Bekasi ini ia dapati ketika berinteraksi dan menampung aspirasi dari masyarakat. Meski negara ini diatur melalui kelembagaan yudikatif, legislatif, dan eksekutif, tetapi kata dia, pihak eksekutif yang memiliki peranan paling besar.

"Nyatanya yang sangat dominan itu eksekutif, mulai dari presiden, gubernur, maupun bupati dan wali kota. Yang bisa melakukan apapun itu di eksekutif, maka tidak ada pilihan lain, saya harus masuk ke eksekutif," tegas pria yang telah mengundurkan diri dari keterpilihannya dalam Pileg Februari lalu, untuk fokus di Pilkada Kota Bekasi 2024. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel