tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Bonus Demografi Generasi Muda, Inayatullah: Modal Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Asisten Daerah (Asda) II Kota Bekasi Inayatullah dan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian (kiri) di sela Agenda Rakorkomwil III Apeksi, Depok.
Prakata.com - Untuk mencapai visi "Indonesia Emas 2045" sebagai "Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan", Pemerintah menetapkan empat pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi pembangunan sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola Pemerintahan.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan (Asda II) Pemkot Bekasi, Inayatullah setelah menghadiri Pembukaan Rakorkomwil III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dengan tema "Pemanfaatan Bonus Demografi Sebagai Modal Indonesia Emas 2045" di Depok, pada hari Jumat (17/5/2024).

Inayatullah menekankan bahwa setiap daerah memiliki potensi kekuatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat, memiliki banyak peluang bonus demografi yang harus dioptimalkan.

Lokasi geografis Indonesia yang strategis, berada di antara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Hindia dan Pasifik, memberikan keuntungan dalam perdagangan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai negara agraris, ditambah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.

"Bonus demografi ini menjadi modal penting, selain kekayaan alam, letak negara kita, anak muda di tiap daerah merupakan bagian dari bonus demografi. Generasi saat ini adalah bonus demografi yang akan menjadi aset, serta menjadi nilai yang produktif, dengan itu peningkatan SDM-nya harus benar-benar menjadi prioritas, mulai dari akademik hingga keterampilan khususnya," ungkap Inayatullah.

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, masih ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti tingkat pendidikan dan produktivitas sumber daya manusia yang masih harus ditingkatkan.

"Saya memperhatikan saat ini para generasi muda kita memiliki kemampuan intelektual yang sangat baik, cepat beradaptasi. Dengan terus ditingkatkan pendidikan keterampilan mereka ini akan memacu produktivitas," kata Inayatullah.

Selain itu, Inayatullah menyampaikan, bahwa saat ini masing-masing pemerintah daerah juga terus menggerakan dan memaksimalkan mesin pertumbuhan ekonomi untuk bisa terus berfungsi secara berkesinambungan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Bekasi merupakan kota jasa perekonomian, kita memiliki potensi SDM, anak-anak muda kita ini hebat, kreatif saat ini peran mereka dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital sudah mulai banyak, apalagi umkm kita saat ini pola pemasarannya sudah sangat modern berimbang dengan mutu yang semakin ditingkatkan."

"Ini potensi dan harus dimaksimalkan dengan upaya memberikan ruang-ruang bagi mereka, serta memfasilitasinya. Jika ini secara konsisten kita gerakan dan maksimalkan mesin ekonomi, Saya yakin masyarakat makmur dan sejahtera dapat terwujud," kata Inayatullah.

Di akhir, Inayatullah berpesan, untuk mewujudkan Indonesia Emas yang gemilang pada 2045 nanti, dibutuhkan semangat yang tinggi serta kesadaran untuk mencintai tanah air. "Semangat harus tinggi, serta kesadaran kita semua untuk selalu mencintai tanah air kita," tutup Inayatullah. (Gud) 

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel